Berita :: Seputar Sumedang
Devi Tewas dengan Telinga Berdarah
Sabtu, 13 Februari 2010 17:10 WIB
Sumarna (30) harus membatalkan jualan batagor, Sabtu (13/2) pagi. Bapak satu anak perempuan berusia dua tahun setengah dan mengontrak kamar di Kampung Nanggerang Joglo, Desa Mekarjaya, Kecamatan Sumedang Utara, itu harus kehilangan istrinya, Devi Saputri (23).
Sumarna menuturkan, sekitar pukul 08.00, ia sedang menyiapkan dagangan batagor di roda di depan rumah kontrakan nomor 41 milik Ny Yeyet (70). "Saya kemudian ke kamar karena ada yang perlu diambil. Ternyata di pintu kamar depan dan kamar tidur, istri saya sudah tergantung dengan leher terlilit kain sarung," kata Sumarna dengan mata kosong.
Ia memburunya dan mencoba memeluk tubuh istrinya. "Dari mulutnya keluar busa dan di leher terlilit kain sarung batik yang diikatkan ke kusen pintu. Kakinya menekuk," kata Sumarna yang memperagakan kondisi istrinya saat ditemukan.
Setelah menurunkan istrinya, Sumarna berlari ke luar kamar dan berteriak minta tolong ke warga setempat. "Saya yang ada di dalam rumah diketuk-ketuk kaca rumah dan Sumarna meminta tolong," kata Ny Yeyet, pemilik rumah.
Saksi ini kemudian memburu ke kamar paviliun yang dikontrakkan dan melihat Devi sudah tergeletak. "Saya mencoba membangunkan dan menepuk-nepuk pipinya. Saya juga menanyakan ke Sumarna apakah korban jatuh, ternyata dijawab ditemukan sedang menggantung," kata Ny Yeyet.
Polisi dan petugas medis dari Puskesmas Situ yang datang ke lokasi kejadian tidak menemukan tanda korban tewas akibat gantung diri. "Saat polisi datang korban sudah diturunkan. Ciri gantung diri yang mudah terlihat itu adalah lidah terjulur dan dari lubang anus serta kelamin mengeluarkan kotoran. Tapi ciri itu tidak ada," kata polisi dan petugas medis.
Kedua telinga korban yang mengenakan kaus itu terlihat mengeluarkan darah. "Polisi masih melakukan penyelidikan dan untuk memastikan kematian korban akan dilakukan autopsi," kata Kapolsek Sumedang Utara AKP Arif Usmadi.
Sumarna mengaku sebelumnya, ia dan istrinya sempat bertengkar. "Pertengkaran terjadi karena anak kami selalu minta jajan terus dan saya bilang kalau punya uang ya beri saja," kata Sumarna. (Sumber: http://www.tribunjabar.co.id/read/artikel/16011/devi-tewas-dengan-telinga-berdarah)
Baca juga:
- Kenaikan TDL Bikin Pengusaha Kecil Kelimpungan
- Pemkab Sumedang Kirim Surat ke SBY untuk Kemerdekaan Palestina
- Jalur Bandung-Sumedang Mulai Pulih
- Jambret Masih Leluasa di Sumedang
- Subang-Sumedang Juga Terputus


