Artikel :: For Your Information
B. Inggris? Siapa Takut?!
Rabu, 01 April 2009 22:23 WIB

. . . . . Setiap bahasa di dunia ini adalah permainan kata. Kita dengan orang yang berlainan bahasa hanyalah berbeda kata di dalam mengungkapkan sesuatu. Orang Sunda menyebut "durian" itu "kadu", orang Betawi menyebutnya "duren". Orang Inggris mengungkapkan "aku cinta kamu" dengan "I love you", orang Jerman mengungkapkannya dengan "Ich liebe dich". Maka, mengapa kita tidak ikut bersenang-senang dalam permainan ini?!
"Mama, mamam!"
"Oh, Ade ingin makan ya? Ayo sini, Mama suapin!"
. . . . . Itulah sepenggal percakapan yang pernah kita alami sewaktu kita kecil. Kita mengungkapkan sesuatu dalam bahasa sederhana, Ibu kita merespon dengan gembira, mengungkapkan bahasa kita dalam bahasanya; lengkap terstruktur. Dengan cara ini, dan hanya dengan cara ini, kita belajar berbahasa. Kita belajar mengungkapkan sesuatu, lalu belajar mengungkapkannya secara lebih terstruktur. So, adakah cara yang lebih alamiah selain cara yang telah kita lalui untuk menguasai bahasa Ibu, bahasa asing pertama kita?!
. . . . . Mama, papa, mamam, mimi adalah kelompok kata yang pertama kali kita kuasai. Mengapa? Karena kata-kata itulah yang pertama kali ada di kehidupan kita. Kata-kata itulah yang setiap hari ada di sekeliling kita. Dan sekarang, marilah kita tuliskan apa yang setiap hari mengelilingi kehidupan kita, lalu cari padanan katanya dalam bahasa Inggris.
Berusahalah dengan sangat untuk menguasai kata-kata itu, karena kata-kata harian itulah yang menjadi titian langkah pertama bagi siapa saja yang ingin menguasai bahasa Inggris. Dan secara alamiah, esok hari, Anda akan menambah perbendaharaan kata Anda! Persis sebagaimana kita menambahkan satu demi satu kata baru pada perbendaharaan kata kita seiring dengan bertambahnya usia dan luasnya pergaulan kita.
. . . . . I write a letter, I wrote a letter, I am writing a letter, I have written a letter"¦ adalah contoh kalimat bahasa Inggris yang membuat setiap orang Indonesia berkata: "Bahasa Inggris itu membingungkan! Subjek dan objek-nya bisa sama, tapi kata kerja-nya berbeda-beda. Verb-nya berubah-ubah!"
Namun, sama hal-nya kita melihat bunglon, kita tidaklah perlu bingung melihat verb yang berubah-ubah. Kita hanyalah perlu mengetahui: Mengapa verb berubah-ubah. Jika bunglon berubah warna kulitnya karena menyesuaikan diri dengan warna tempat yang ia jejaki, karena apakah verb berubah-ubah?
When dan How adalah jawabannya. Kapan dan bagaimana hal ihwal kejadian yang akan kita ungkapkanlah yang menentukan bentuk verb-nya. Jika hal-nya terjadi saat ini (Present) maka verb-nya bentuk pertama (V1); jika hal-nya terjadi di waktu lampau (Past) maka verb-nya bentuk ke-2 (V2). Bila kejadiannya telah selesai (Perfect) maka verb-nya bentuk ke-3 (V3); bila kejadiannya telah dimulai tapi belum selesai (Continous) maka verb-nya bentuk Ing (VIng). Lengkapnya: When terdiri atas Present (Masa Sekarang), Past (Masa Lampau), Future (Masa Yang Akan Datang) dan Past Future (Masa Lampau – Yang Akan Datang); sedang How terdiri atas: Simple (Kenyataan/ kebiasaan), Continous (Sedang Terjadi), Perfect (Telah Terjadi) dan Perfect Continous (Telah dan Sedang Terjadi).
- Kombinasikan 4 jenis When dan 4 jenis How untuk mendapatkan 16 nama pola kalimat bahasa Inggris (Tense), misal: Present dengan Simple menjadi Present Simple Tense; Past Future dengan Perfect Continous menjadi Past Future Perfect Continous Tense.
- Jika nama Tenses merupakan kombinasi When-How, artian Tenses adalah kombinasi dari How-When, misal: Past Perfect artinya "Aktifitas yang Perfect (Telah Terjadi) pada waktu Past (Lampau)â'; Future Perfect Continous artinya "Aktifitas yang sebagian Perfect (Telah Selesai) dan sebagian lagi Continous (Sedang Terjadi) yang berlangsung di waktu Future (Yang Akan Datang)â'.
- Kombinasikan ciri-ciri When dan How pada masing-masing Tenses dengan catatan: VIng selalu didahului keluarga To be (be, is, am, are, was, were, been) dan V3 selalu didahului keluarga To have (have, has, had). Misal: pada Present Continous, Present memberi ciri V1 dan Continous memberi ciri VIng, dikombinasikan menjadi V1 + VIng. Karena VIng selalu didahului To be, kombinasinya menjadi To be V1 + VIng. Adapun To be untuk V1 bisa is, am, atau are, tergantung Subjek kalimat-nya. Jadi pola Verb untuk Present Continous adalah: is/am/are + VIng. Contoh kalimatnya: I am watching television; She is reading novel; We are playing football. Contoh lainnya: pada Future Perfect Continous, Future memberi ciri will V1, Perfect memberi ciri V3 dan Continous memberi ciri VIng, dikombinasikan menjadi: will V1 + V3 + VIng. Karena VIng selalu didahului To be, kombinasinya menjadi: will V1 + To be V3 + VIng. Dan karena V3 selalu didahului To have, kombinasinya menjadi: to have will V1 + To be V3 + VIng. Dikarenakan To have untuk modals adalah have dan To be untuk V3 adalah been maka pola Verb pada Future Perfect Continous adalah: will + have + been + VIng. Contoh kalimatnya: "I will have been studying in this scholl for 2 years next July." "Paolo Maldini will have been playing in AC.MILAN for 20 years next seasion."
- Kalimat tanya dibuat dengan memindahkan Auxiliary Verb yang paling awal dalam kalimat ~ bisa kelompok Auxiliary Verb Be, Do, Have atau Modals ~ ke depan Subjek kalimat, sedang kalimat penyangkalan (negatif) dibentuk dengan menambahkan kata penyangkalan Not pada Auxiliary Verb tersebut. Contoh: untuk membuat kalimat tanya pada kalimat Future Present Continous: "I will have been studying in this scholl for 2 years next July.", kita hanya perlu memindahkan Auxiliary Verb yang paling depan pada kalimat tersebut yaitu: will ke depan Subjek kalimatnya sehingga didapat kalimat tanya: "Will I have been studying in this scholl for 2 years next July?" Dan untuk kalimat negatifnya kita membuat kalimat: "I will not have been studying in this scholl for 2 years next July.", yang kita dapat dengan menambahkan "notâ' pada Auxiliary Verb yang paling awal tersebut, yakni: will. Contoh lainnya, pada kalimat: "I know you." yang termasuk Present Simple Tense, kita mendapat kalimat tanya: "Do I know you?" karena kita mengetahui bahwa kata kerja pada Present Simple dan Past Simple menyembunyikan Auxiliary Verb kelompok Do. Dan dikarenakan Auxiliary Verb kelompok Do untuk subjek I adalah Do, maka kalimat sesungguhnya adalah "I do know you." sehingga untuk kalimat tanyanya kita mendapatkan kalimat: "Do I know you?". Sedang untuk kalimat negatifnya kita mendapatkan: "I do not know you." yang kita dapatkan dengan cara menambahkan "notâ' pada Auxiliary Verb yang ada pada kalimat tersebut yakni: do.
. . . . . Hanya ada dua hal yang harus kita perhatikan saat mempelajari suatu bahasa asing: 1.Kosakata 2.Struktur kalimat. Pertama: Ketahuilah kata-kata asing untuk kata-kata harian kita terlebih dahulu, karena disaat kita terlupa, benda-benda dan aktifitas-aktifitas harian kita dengan sendirinya akan mengingatkan kita. Kedua: Pelajarilah struktur kalimat bahasa asing tersebut; pahami hal yang berbeda dari struktur kalimat bahasa asing tersebut dengan bahasa kita.
Misal, B.Inggris berstrukturkan S-P-O/K hanya saja predikat yang selalu diisi kata kerja (Verb) selalu berubah-ubah; bergantung pada kapan dan bagaimana kata kerja tersebut dilakukan. Apakah terjadi saat Present, Past, Future atau Past Future. Apakah terjadi secara Simple, Continous, Perfect atau Perfect Continous. Contoh lain, B.Arab pun berstruktur S-P-O/K, dengan catatan: predikat yang selalu diisi kata kerja (Fiâ'il) selalu berubah-ubah; bergantung pada kapan dan siapa pelakunya. Apakah dilakukan pada waktu madhi (lampau) atau mudhari (sekarang &/ yang akan datang). Apakah dilakukan oleh ana (aku), anta (kamu [laki-laki]), huwa (dia [laki-laki]), atau Subjek yang lainnya. Dan begitu pula bahasa asing yang lainnya; apakah itu bahasa Jepang, Prancis, Mandarin, Jerman atau bahasa negeri antah berantah sekalipun hanya perlu kita pelajari dengan dua langkah: belajar kosakata lalu belajar struktur kalimat. So, masih takut belajar bahasa asing?!
. . . . . Tulisan seindah: "I love the magic of light in all creation and inspiration that Allah Swt. have made…" tidak akan pernah bisa Anda tulis saat Anda tidak menambah Daily Friend Anda.
Ungkapan semanis: "For good and bad times, I will be on your side My friend!" tidak akan pernah bisa Anda ungkapkan saat Anda melupakan Quantum Speaking.
Dan keluhuran Al-Qurâ'an dan As-Sunnah yang begitu mudah dicerna pun akan "njelimet saat kita tidak mengindahkan dâ'Shine.
Di balik kemampuannya yang luar biasa, otak manusia mempunyai satu karakter luar biasa kejam pada ilmu yang telah ia serap: Use It or Lost It!! Gunakan atau Lupakan!! Dan setiap "manusiaâ' hanya punya satu pilihan. Kecuali; ia emang sodaraan sama Charles Darwin"(????)
Baca juga:
- Rezeki mengalir dari wajah seram
- (17+) Indonesia Undercover
- Pembuat Facebook
- Kamu Pelajar? Mau Beasiswa?
- JatimCrew Susupi Situs Pemerintah Israel


