Obyek Wisata :: Gunung :: Wana Wisata Gunung Kunci
Wana Wisata Gunung Kunci
Di Kabupaten Sumedang bertebaran makam-makam keramat yang berlatar-belakang sejarah perkembangan Islam. Sebutlah salah satu, misalnya Makam Tjut Nyak Dhien di Makam Gunung Puyuh. Atau sebut juga makam Pangeran Santri di Astana Gede. Kedua makam penting ini ada di pusat Kota.
Wana Wisata Gunung Kunci yang mempunyai luas ± 3,8 Ha, yang berbentuk sebuah bukit yang berdekatan dengan kawasan Gunung Palasari ( luas ± 32,2 Ha ), dengan vegetasi hutan berupa tanaman Pinus Merkusii. Daya tarik Gunung Kunci terletak karena adanya peninggalan sejarah semasa Perang Dunia I ( Tahun 1914 - 1918 ). Pada tahun 1917 dibangun Gua dan Benteng Pertahanan di daerah Sumedang, diatas empat lokasi perbukitan yaitu Gunung Kunci, Gunung Palasari, Pasirbilik dan Gunung Gadung.
Gua dan Benteng Pertahanan yang sekarang keadanya masih ada adalah di Gunung Kunci yang dikenal dengan nama Pandjoenan dan di Gunung Palasari. Mungkin karena Gua dan Benteng Tersebut terlindung oleh kawasan hutan, sehingga sejak tahun 1934 kelestariannya dapat terjaga oleh Petugas dari Perum Perhutani KPH Sumedang.
Keunikan Gua Gunung Kunci
Gua dan Benteng Pertahanan Belanda tersebut banyak mempunyai, baik bentuk maupun letaknya. Dibagian puncak bukit, tersembul tembok benteng yang tegar berbentuk seperti motor boat dengan panjang 70 meter dan lebar 30 meter. Ditengah benteng tersembunyi bangunan kamar-kamar yang atapnya ditimbun tanah. Dibagian bukit terdapat bangunan bertingkat dua. Disini terdapat beberapa tangga yang menurun menuju ke perut bukit. Didalam perut bukit terdapat lorong - lorong gua sepanjang 200 meter, menghubungkan kamar - kamar di bawah tanah dan antar pintu masuk menuju kebagian benteng. Ada 17 buah gua diperut bukit ini, karena ada perbedaan tinggi dihubungkan dengan lorong bertangga. Bentuk kamar-kamar pada umumnya persegi panjang dengan langit - langit melengkung. Terdapat pula dua ruangan yang berbentuk bulat seperti menara dengan garis tengah 3 meter, ruangan bulat ini letaknya tersembunyi keluar bukit dan dilengkapi dengan lobang pengintai ( tempat moncong senjata berat ). Guna keperluan strategi pertahanan, Belanda membuat jalan khusus yang menghubungkan Gua di Gunung Kunci dengan Gua di Gunung Palasari.
Sarana
Sarana yang telah dibuat di lokasi Wana Wisata Gunung Kunci untuk kenyamanan pengunjung antara lain : jalan masuk, lapangan parkir, ruang informasi, mushola, bangku-bangku, shelter, kamar mandi dan WC, tempat bermain anak - anak, jalan setapak, sarana atraksi berupa panggung terbuka dan lapangan adu domba dan kereta gayuh (kereta becak).
Untuk warga Bandung, membuat safari wisata ziarah ke Sumedang mungkin bukan hal yang sulit. Mereka akan melakukannya dengan cukup mudah, irit waktu dan biaya sebab jarak dari Bandung ke Sumedang hanya sekitar 45 km saja. Begitu pun bagi rombongan peziarah Wali Sanga yang melakukan safari dari mulai Gresik, Tuban, hingga Cirebon dan Banten, sebab daerah Sumedang yang kaya peninggalan sejarah masa lalu akan bisa dijadikan sebagai daerah persinggahan wisata. Tentu sambil bercengkrama, dan makan tahu sumedang.


